RAGAM

Rumah Warga di Desa Aruan Gaur SBT Rusak Terdampak Abrasi

BULA,Kilasmaluku.id–Sabanyak tiga rumah warga di Desa Aruan Gaur, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur(SBT) rusak terdampak abrasi diakibatkan kelombang tinggi yang terus menerjang di pesisir pantai wilayah tersebut.

Abrasi yang terus menggerus garis pantai di sepanjang Desa Aruan Gauriti memicu kerugian infrastruktur yang parah. Kejadian itu memicu kepanikan warga pada,Sabtu(14/6/2026) kemarin.

Salah satu warga Desa setempat Ahmad Safua mengatakan, fenomena gelombang tinggi l telah mulai terjadi sejak bulanMei 2026. Namun, intensitas dan kekuatan ombak meningkat secara signifikan memasuki bulan Juni sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih serius terhadap rumah-rumah penduduk.

“Kondisi ini membuat masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir merasa khawatir, terutama ketika gelombang besar datang pada malam hari,”ungkap Safua dalam keterangan tertulisnya, Senin(15/6/2026).

Ahmad,yang rumahnya juga mengalami kerusakan cukup parah mengatakan bahwa gelombang tinggi memang menjadi fenomena yang hampir terjadi setiap tahun. Akan tetapi, kondisi kali ini dinilai jauh lebih ekstrem dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Ombak seperti ini memang sering terjadi setiap tahun, tetapi kali ini gelombangnya jauh lebih besar. Bagian belakang rumah kami rusak parah karena terus dihantam ombak. Kami sangat khawatir jika kondisi ini terus berlanjut,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah pernah membangun tanggul penahan ombak untuk melindungi permukiman warga dari abrasi dan gelombang laut. Namun, seiring waktu, tanggul tersebut mengalami kerusakan dan akhirnya roboh akibat kuatnya arus dan hantaman ombak yang terus menerus terjadi.

Kerusakan tanggul itu membuat rumah-rumah warga yang berada di sepanjang pesisir menjadi sangat rentan terhadap ancaman gelombang tinggi. Saat ini, masyarakat hanya mampu melakukan upaya darurat secara swadaya dengan memanfaatkan batang pohon kelapa dan material seadanya untuk menahan terjangan ombak agar tidak langsung menghantam bangunan rumah mereka.

“Untuk sementara kami menggunakan batang pohon kelapa sebagai penahan ombak darurat. Namun cara ini tentu tidak cukup kuat untuk menghadapi gelombang yang terus datang setiap hari. Kami sangat berharap pemerintah daerah dapat segera membantu membangun kembali tanggul penahan ombak agar kerusakan tidak semakin meluas,” tambahnya.

Dirinya mengungkapkan data kerusakan infrasturktur sementara, terdapat tiga rumah yang mengalami kerusakan cukup serius. Sementara sejumlah rumah lainnya juga berada dalam kondisi terancam apabila gelombang tinggi terus berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

“Kerusakan yang terjadi tidak hanya mengancam keselamatan bangunan, tetapi juga mengganggu aktivitas dan kenyamanan hidup masyarakat sehari-hari,”jelasnya.

Menurutnya, jika tidak ada langkah penanganan yang cepat dari Pemerintah, masyarakat khawatir kerusakan akan semakin parah dan bahkan mengakibatkan rumah-rumah yang berada di pesisir pantai mengalami kerusakan total.

“Kalau tidak ada tanggul penahan ombak, kami khawatir rumah-rumah di sepanjang pantai bisa rusak total.Kondisi ini sangat memengaruhi kehidupan masyarakat, baik dari segi keamanan tempat tinggal maupun kenyamanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujar Ahmad.

Warga berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi, maupun instansi terkait dapat segera mengambil langkah konkret untuk menangani persoalan abrasi dan gelombang tinggi yang mengancam kawasan pemukiman mereka.

“Pembangunan kembali tanggul penahan ombak dinilai menjadi kebutuhan mendesak guna melindungi rumah-rumah warga dari ancaman kerusakan yang lebih besar,”tuturnya.

Selain itu, warga juga berharap adanya perhatian berupa bantuan darurat bagi keluarga yang rumahnya telah mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Mereka menilai bahwa tanpa intervensi yang cepat, ancaman abrasi dan gelombang tinggi akan terus menggerus wilayah pesisir Dusun Aruan dan membahayakan keberlangsungan permukiman masyarakat yang telah lama bermukim di kawasan tersebut.

Hingga kini masyarakat masih terus berjaga dan memantau perkembangan kondisi gelombang di sepanjang pesisir Desa Aruan Gaur. (**)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top