PALING HYPE

“Reformasi Jilid Dua” Kritik Kegelisahan Publik dan Kepentingan Rakyat, Atau ?

Yudi Sangadji (Jurnalis/Pegiat Media Sosial)

Opini Oleh : Yudi Sangadji (Jurnalis, Pegiat Media Sosial)

AMBON,Kilasmaluku.id– Presiden Prabowo Subianto, lagi menabuh genderang perang melawan mafia energi dan sumber daya alam. Tapi, disaat yang sama, tiba-tiba ada yang sibuk jualan narasi “Reformasi Jilid 2” tentu ada yang merasa janggal.

Dari kejanggalan yang dirasakan, timbul pertanyaan, kira-kira gerakan ini benar-benar untuk rakyat atau ada kepentingan lain yang sedang bermain. ?

Coba Kita lihat faktanya. Bahwa Presiden Prabowo berani masuk ke Wilayah yang selama ini jarang bangat disentuh, yakni Oligarki dan Mafia Energi.

Pemerintah membongkar dugaan mega korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang pertamina yang menyeret ‘Riza Cali Cs’, dengan potensi kerugian negara mencapai 285 triliun rupiah.

Tidak hanya itu, lewat satgas penertiban kawasan hutan, pemerintah juga berhasil menyelamatkan lebih dari 41,5 triliun rupiah uang negara. Belum lagi jutaan hektar kawasan hutan yang berhasil diambil kembali dari penguasaan ilegal dengan nilai asetnya yang ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah.

Sekarang, telah ada aturan baru, peraturan pemerintah (PP) tentang tata kelola ekspor Sumber Daya Manusia (SDA) yang membuat mafia CPO dan Batubara tidak bisa main-main lagi.

Gampangnya begini, Negara ini kaya ember yang terus diisi dari pajak rakyat dan kekayaan alam kita. Tapi kalau di bawah ember itu ada lubang besar, sebanyak apapun yang masuk airnya bakal terus bocor.

Sekarang, lubang-lubang itu mulai ditutup satu-persatu. Jadi, kalau ada yang mulai gelisah, mulai panik atau mulai ribut, yaa wajar juga sih, karena ruang geraknya tidak selonggar dulu lagi.

Disaat ruang gerak para pemain lama makin sempit, tiba-tiba muncul gerakan dengan slogan besar “REFORMASI JILID DUA” yang katanya digerakkan oleh akademisi, katanya digerakkan oleh Mahasiswa, katanya oleh aktivis Pro Demokrasi, katanya demi rakyat.

Tapi pertanyaannya, kepentingan siapa yang sebenarnya sedang dibawa ? Apakah ini murni kritik yang lahir dari idealisme dan kegelisahan publik atau justru serangan balasan dari pihak-pihak yang merasa terganggu karena merasa sumber keuntungan mereka mulai diputus. Apalagi sekarang pemerintah juga memperketat tata kelola ekspor komoditas strategis seperti sawit dan batu bara.

Kalau ruang bermain main sempit, kira-kira ada yang panik nggak ? Karena gini, kalau ada kelompok yang selama ini menikmati keuntungan dari sebuah celah, lalu celah itu ditutup. Jangan heran kalau bakal ada perlawanan. Dan perlawanan itu tidak selalu datang lewat gugatan hukum, tidak juga lewat lobi-lobi di belakang layar. Kadang, datang lewat narasi, kadang lewat opini yang terus diulang, kadang juga lewat isu yang sengaja digoreng dan kadang muncul dalam bentuk kegaduhan politik.

Yang pasti, rakyat sekarang sudah jauh lebih cerdas. Tidak mudah lagi digiring hanya dengan slogan, jargon atau klaim mengatasnamakan rakyat. Jadi, “Reformasi Jilid Dua” ini murni kritik yang lahir dari kegelisahan publik atau ada kepentingan lain yang sedang bermain di belakang layar. ?

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top