AMBON,KilasMaluku.– Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon kembali mengukuhkan lima guru besar dalam rapat senat terbuka luar biasa, Selasa (14/1/2025) di Kampus Unpatti.
Pengukuhan guru besar akademisi ini sebagai bentuk komitmen Perguruan tinggi (PT) dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah setempat. Mereka dikukuhkan langsung oleh Rektor, Prof. Dr. Fredy Lewakabessy.
Ke Lima guru besar itu diantaranya, Prof Wardis Girsang dikukuhkan sebagai guru besar dalam bidang manajemen sistem pedesaan tentang percepatan pengentasan kemiskinan berbasis gugus pulau di Maluku.
Prof Semuel Tuhumury, menjadi guru besar di bidang ilmu konservasi sumberdaya alam yang berfokus pada konservasi siput lola khas Maluku.
Selnjutnya Prof Yoise Lopulalan, menjadi guru besar pada bidang perikanan yang berfokus pada perikanan tangkap tradisional dalam tantanan perikanan modern.
Kemduian Prof Karolis Anaktototy, guru besar pada bidang pendidikan bahasa Inggris yang mengangkat isu pentingnya pembelajaran bahasa Inggris menuju kampus bertaraf dunia.
Dan Prof Barzah Latupono yang menjadi guru besar pada bidang Ilmu Hukum yang berfokus pada prinsip pencatatan perkawinan menurut hukum Indonesia.
Rektor dalam sambutannya mengatakan, dengan dikukuhkannya kelima guru besar tersebut saat ini Unpatti memiliki total 108 guru besar.
“Saat ini jumlah guru besar di Unpatti ada sebanyak 108 orang dan yang masih aktif ada 79 orang. Dengan penambahan lima orang, total menjadi 84 orang yang aktif. Ini suatu prestasi yang harus kita dorong agar memotivasi tenaga pengajar lainnya,” ujarnya.
Ke -84 guru besar yang aktif tersebut diharapakan dapat berkontribusi mewakili Unpatti sebagai perguruan terbesar di Maluku dengan menjalankan kebijakan utama yang ditekankan Kemenristekdikti yakni pengembangan talenta sains dan teknologi.
Ia juga menegaskan bahwa Unpatti sebagai perguruan tinggi terbesar di Maluku akan turut bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk mendukung asta cita Presiden Prabowo dan Kabinet Merah Putih.
“Semoga kekuatan SDM yang kita miliki berdampak pada sinergisitas yang kuat guna menuntaskan kemiskinan di daerah ini,” tandasnya. (KM02).