AMBON,KM.–Hilang kontak hampir seminggu saat melaut, Karman Amir ( 22) tahun, nelayan asal Dusun Nania, Desa Tahalupu, Pulau Kelang, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), dalam keadaan selamat.
Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Pos SAR Namlea, Polairud Polda Maluku, Polsek Waesala, dan Masyarakat Desa Tahalupu kembali melanjutkan Operasi Pencarian hari keenam terhadap korban.
Menggunakan speedboat boat milik Dinas Kesehatan Kabupaten Buru dan beberapa longboat masyarakat, Tim SAR Gabungan mulai bergerak melakukan pencarian korban dengan menyisir sejumlah titik koordinat diantaranya : ● 3° 4′ 39.76” S – 126° 30′ 40.58″ E ● 2° 41′ 56.00″ S – 126° 30′ 40.58″ E ● 3° 4′ 39.76″ S – 127° 9′ 57.76″ E.
Upaya Pencarian korban dengan menyisir sejumlah titik koordinat sejauh -+ 67 Nautical Mile arah Barat Laut hingga sore hari pukul 5 sore, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Hingga pada pukul 19.12 wit, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari Polsek Waesala melaporkan, korban a.n Karman Amir berhasil ditemukan oleh kapal Pelni KM Sangiang dalam keadaan selamat disekitar perairan Pulau Obilatu, Provinsi Maluku Utara (Malut).
Kepala KPP Ambon, Muhamad Arafah menjelaskan ” Setelah dilakukan Pengecekan oleh PELNI Cabang Bacan, benar adanya bahwa korban berhasil ditemukan oleh Kapal PELNI KM.Sangiang dengan rute Sanana tujuan Pulau Bacan.
“Pria 22 tahun tersebut berhasil ditemukan dalam keadaan selamat sekitar pukul 17.04 wit dengan kondisi hanyut pada arah barat laut disekitar Perairan Pulau Obilatu Maluku Utara,” ungkap Araha dalam risilnya, Minggu (1/9/2024) malam.

Saat itu Kata Rafa, korban sudah berada di dalam kapal KM Sangiang guna mendapatkan perawatan medis. Kemudian korban di bawa ke Kota Ternate untuk melakukan proses pemulangan ke daerah asal yakni, SBB.
“Setelah berkoordinasi lebih lanjut dengan PELNI Bacan dan Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, korban akan dibawa ke Kota Ternate guna persiapan proses pemulangan ke Ambon,” jelas Arafah.
Diketahui sebelumnya , korban pergi melaut menggunakan perahu longboat disekitar Perairan Pulau Kelang Kab, SBB sejak tanggal (26/8) sekitar pukul 05.00 WIT pagi.
Namun hingga, Selasa (27/8) pukul 15.00 WIT, korban diketahui tak kunjung kembali. Keluarga dan masyarakat sekitar pun sempat berupaya melakukan pencarian namun tidak menemukan korban.
Hingga laporan laka laut ini diterima Pos SAR Namlea dan dilaksanakan Ops SAR selama 5 hari korban belum juga berhasil ditemukan. Barulah dihari keenam Ops SAR korban berhasil ditemukan dalam keadaan selamat.
Dengan ditemukannya korban, maka Operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup. Seluruh Unsur Potensi SAR yang terlibat dikembalikan ke satuannya masing-masing dengan ucapan terima kasih.
Unsur yang terlibat dalam pencarian tersebut yakni, Pos SAR Namlea 5, Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Polairud Polda Maluku 3Dinas Kesehatan Kab, Buru 3, Polsek Waesala 1
PELNI Cabang Bacan 1, Crew KM SANGIANG dan Masyarakat Tahalupu 6. (Humassar301/**).