AMBON,Kilasmaluku.id– Kebakaran hebat melanda kawasan Terminal Pasar Piru, Kecamatan Seram Barat, Seram Bagian Barat (SBB), pada Selasa (20/4/2026) sekitar pukul 16.05 WIT.
Peristiwa tersebut menghanguskan sejumlah kios dan basecamp (tempat penyimpanan barang) milik warga yang berada di samping Rumah Makan Ayah, Desa Piru.
Kasi Humas Polres Seram Bagian Barat, AKP Jhon R. Soplanit, menjelaskan kebakaran diduga berasal dari area kebun milik seorang warga bernama Beni Manuputty.
Dengan kondisi angin yang cukup kencang, api dengan cepat merembes dan menjalar hingga ke lokasi kios dan basecamp milik warga di sekitar Terminal Pasar Piru.
“Api diduga berasal dari arah kebun milik Bapak Beni Manuputty yang jaraknya sekitar 5 meter dari lokasi bangunan warga. Karena material bangunan sebagian besar terbuat dari kayu seperti papan dan tripleks, api dengan cepat membesar dan membakar sejumlah kios serta basecamp,” jelas AKP Jhon.
Adapun bangunan dan barang milik warga yang terdampak kebakaran meliputi 11 unit kios dan 4 unit basecamp.
Selain itu, delapan unit sepeda motor serta berbagai barang elektronik seperti handphone dan laptop, termasuk barang dagangan lainnya, turut hangus terbakar.
Para pemilik bangunan yang terdampak di antaranya Dani Cell, Ibu Ikro, La Ate, Mull, Nurjana Patilou, dan Imam Patilou.
Petugas pemadam kebakaran dari Pemerintah daerah setempat tiba di lokasi sekitar pukul 16.20 WIT dengan satu unit mobil damkar dan langsung melakukan upaya pemadaman.
Proses pemadaman turut dibantu oleh personel Polres SBB, Brimob Yon B Pelopor 2 Piru, Polsek Piru, serta masyarakat setempat.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 19.15 WIT. Situasi di lokasi kejadian pun terpantau aman dan terkendali.
Lebih lanjut, AKP Jhon R. Soplanit menyampaikan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian. “Saat ini penyebab kebakaran masih dalam lidik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan himbauan kamtibmas kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran.
Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan, memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, serta tidak meninggalkan api tanpa pengawasan, terutama di area yang mudah terbakar.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya di musim panas dan kondisi angin kencang. Pastikan sumber api benar-benar padam setelah digunakan dan segera laporkan kepada pihak berwajib apabila terjadi kebakaran agar dapat segera ditangani,” tambahnya.
Akibat peristiwa tersebut, total kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Meski tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun para korban mengalami kerugian yang cukup besar.
Polres Seram Bagian Barat memastikan akan terus melakukan penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti kebakaran serta mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang. (**)