BULA,Kilasmaluku.id—Pelaksana tugas(Plt) kepala dinas Kesehatan,Kabupaten Seram Bagian Timur(SBT) Punira Kilwalaga,memastikan pembayaran insentif tenaga kesehatan(Nakes) selama tiga bulan dibayarkan sebelum lebaran idul fitri 1447 hijriah.
Hal itu disampaikan Punira menyusul adanya isu publik yang berkembang di Media sosial terkait tunggakan insentif Nakes tersebut.
Kilwalaga mengatakan,pihaknya sudah melakukan proses sejak pekan kemarin seblum adanya isu-isu yang berkembang saat ini. Bahkan ia mengaku bendahara sudah menyerahkan Surat Perintah Membayar(SPM) untuk proses pembayaran pekan ini.
“Itu untuk pembayaran insentif bulan Desember. Jadi kesanya bukan karena ada yang teriak lalu dinas bayar, tidak,”ungkap Kilwalaga kepada wartawan,Rabu(11/3/2026).
Sementara untuk insentif Januari,Februari 2026 kata dia, akan dilakukan pembayaran paling lambat pada pekan depan. Keterlambatan ini juga lantaran baru pertama kali pembayaran via rekening, sehingga pihak Dinkes harus melakukan verifikasi data RSUD yang memang sudah pindah tempat tugas.
“Pastinya sebelum lebaran. Kenapa agak lambat? Karena kali ini sistem pembayaran melalui rekening. Sebelumnya itu tunai. Jadi lewat rekening itu pajak jarus di input,nama juga di input satu persatu dibuat SK by name by addres. Makanya proses agak lama,”jelasnya.
Punira menambahkan, siklus pembayaran dilakukan setiap pada tanggal 10 bulan berjalan. Dirinya juga menyebutkan insentif bukan Desember 2025 terlambat dibayarkan dikarenakan pagu anggaran tidak mencukupi.
Kata dia, insentif nakes pada tahun ini agak turun akibat dari kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
“Makanya sekarang katong bayar Desember, kemudian Januari,Februari. Di RSUD Bula sebanyak 473 pegawai dan 250 pegawai RSU Goran Riun yang terima insentif nanti,”imbuhnya. (**)