EKONOMI

dr. Yoan Clara Teken Soroti Peluang Biofarmasi Indonesia dalam Forum Bisnis Internasional di Tiongkok

 

PRAKTISI kesehatan dan bioteknologi Indonesia Yoan Clara Teken tampil sebagai salah satu pembicara dalam forum bisnis internasional yang mempertemukan pemangku kepentingan Indonesia dan Tiongkok di Nicolo Changsha, Selasa (10/3).

Forum tersebut diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing di bawah kepemimpinan Djauhari Oratmangun, Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok dan Mongolia. Kegiatan ini menjadi wadah dialog strategis antara pelaku industri, investor, dan pemangku kebijakan dari kedua negara untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan teknologi.

Diskusi dalam sesi tersebut dimoderatori oleh dr. Irene M. Han, Wakil Duta Besar Republik Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, dan dihadiri oleh pejabat pemerintah, pelaku industri, serta investor dari Indonesia dan Tiongkok.

Dalam forum tersebut, Dr. Clara yang menjabat sebagai Medical Stakeholder Relation di Etana Biotechnologies Indonesia memaparkan perkembangan industri kesehatan di Indonesia sekaligus potensi besar pengembangan sektor biofarmasi.

Ia menjelaskan bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami transformasi penting dalam sistem kesehatan nasional. Dengan populasi lebih dari 279 juta jiwa, kebutuhan terhadap terapi inovatif terus meningkat, seiring dengan meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular seperti kanker, diabetes, penyakit kardiovaskular, dan gangguan ginjal.

Namun di sisi lain, penetrasi obat biologis di Indonesia masih relatif rendah, berada pada kisaran 6–7 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan beberapa negara Asia Tenggara lainnya, sehingga menunjukkan ruang pertumbuhan yang sangat besar bagi industri biofarmasi.

“Indonesia merupakan salah satu pasar kesehatan dengan pertumbuhan paling dinamis di kawasan Asia. Kebutuhan terhadap terapi inovatif terus meningkat, dan hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan industri biofarmasi,” ujar Dr. Clara.

Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi kunci untuk mempercepat pembangunan kapasitas biofarmasi di Indonesia, khususnya melalui transfer teknologi, penelitian bersama, serta kemitraan produksi.
Ia juga menilai Tiongkok memiliki kemajuan pesat dalam inovasi bioteknologi dan farmasi yang dapat menjadi mitra strategis bagi Indonesia.

“Dengan menggabungkan kekuatan inovasi dan teknologi dari Tiongkok dengan potensi pasar Indonesia yang besar, kita dapat menciptakan ekosistem biofarmasi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” katanya.

Selain dikenal sebagai profesional di bidang kesehatan dan bioteknologi, Dr. Clara juga merupakan 5th Runner-Up ajang Puteri Indonesia 2020. Melalui berbagai platform publiknya, ia aktif mengangkat isu kesehatan masyarakat, termasuk edukasi nutrisi, pencegahan stunting, serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan.

Kehadirannya dalam forum internasional tersebut mencerminkan kontribusi generasi profesional Indonesia dalam membawa perspektif ilmiah, inovasi, sekaligus diplomasi pengetahuan di tingkat global.

Dr. Clara menegaskan bahwa masa depan industri kesehatan Indonesia sangat bergantung pada kolaborasi global yang kuat.
“Indonesia memiliki pasar yang besar, kebijakan pemerintah yang semakin mendukung, serta kebutuhan yang terus meningkat terhadap terapi inovatif. Dengan kemitraan internasional yang tepat, kita memiliki peluang besar untuk mempercepat pengembangan ekosistem biofarmasi nasional,” tutupnya. (Zen)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top