PALING HYPE

Rektor Unpatti Terima Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI

AMBON,Kilasmaluku.id– Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd., menerima kunjungan wakil menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Dr. Fauzan, M.Pd Kamis (30/4/2026)

Rektor menyampaikan, bahwa semangat kolaborasi dan sinergi menjadi kunci utama dalam meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat.

Ia menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus mampu menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial, ekonomi, dan pembangunan di daerah.

“Oleh karena itu, pembentukan konsorsium dinilai sebagai langkah strategis untuk menyatukan kekuatan akademik lintas institusi dalam satu kerangka kerja bersama”. Ujar Rektor

Lebih lanjut, disampaikan bahwa gagasan pembentukan konsorsium ini terinspirasi dari praktik serupa yang telah dikembangkan di wilayah lain, seperti Nusa Tenggara Timur, yang dinilai berhasil membangun sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah.

Melalui forum ini kata Rektor, akan dirumuskan konsep kolaborasi yang lebih terarah, termasuk penguatan peran dosen, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat yang berbasis kebutuhan riil dan potensi daerah.

Rektor berharap forum tersebut dapat menghasilkan langkah konkret dalam membangun konsorsium perguruan tinggi yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Ia juga mengajak seluruh pimpinan perguruan tinggi untuk bersama-sama memperkuat komitmen kolaborasi demi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia serta peningkatan daya saing bangsa di tingkat global.

Diketahui dalam kunjungan tersebut Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd menekankan bahwa perguruan tinggi harus hadir sebagai pusat solusi berbasis riset dan data.

Wamen menyebutkan bahwa tantangan pembangunan, seperti kemiskinan, stunting, dan keterbatasan layanan dasar, membutuhkan pendekatan kolaboratif yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Wamen mencontohkan praktik baik yang telah dilakukan di Nusa Tenggara Timur, di mana kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah berhasil mendorong program penanganan stunting secara lebih terarah.

Program tersebut melibatkan mahasiswa dan dosen lintas disiplin ilmu yang melakukan pendampingan langsung di daerah dengan angka stunting tinggi. (**)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top