KILASMALUKU.ID, AMBON- Pembangunan mega proyek Maluku Integreted Port (MIP) di Waisarisa Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) yang selama ini ditunggu keberadaannya oleh Masyarakat Maluku ditanggapi Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.
Kepada Kilasmaluku.id diruang kerjanya Rabu (29/10/2025) Lewerissa mengatakan sebenarnya Maluku Integreted Port merupakan salah satu Projek Strategis Nasional (PSN) yang mana nomenklaturnya adalah Ambon Integrated Port. Karena merupakan salah satu PSN maka otomatis ini masuk dalam program pembangunan jangka menengah.Maka tugas Pemerintah Daerah adalah berkolaborasi dan bersinergi dengan Pemerintah Pusat untuk merealisasi proyek tersebut.
“Proyek MIP yang diusulkan oleh BAPPENAS dan masuk dalam PSN ini sesungguhnya diusulkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Maluku”Jelas Lewerissa.
Selama ini di Maluku terjadi disparitas harga barang dibandingkan dengan daerah lainnya di Indonesia akibat cost logistic atau biaya angkut yang tinggi, sehingga dengan adanya MIP ini maka cost logistic akan teratasi sehingga masyarakat akan merasakan dampak ekonomi yang luar biasa ungkap Lewerissa.
Menanggapi berita soal kunjungan Gubernur Maluku dan Bupati Kabupaten Seram Barat Asri Arman di Jepang beberapa waktu lalu, Lewerissa menjelaskan bahwa dirinya bersama Bupati SBB menjadi saksi penandatanganan naskah kesepahaman antara pihak-pihak swasta yang akan melakukan studi kelayakan bukan melakukan pembangunan pelabuhan.
“Jadi itu masih dalam tahap pra studi kelayakan atau visibility study,karena ini merupakan infrastruktur besar dan mahal dan tidak mungkin dibangun secara sembarangan tanpa basis studi yang memadai”Jelas Lewerissa lebih detail.
Apakah nanti kawasan tersebut layak untuk dibangun pelabuhan dan infrastrukturnya tergantung nanti dari hasil pra studi kelayakan tersebut yang akhir bulan Desember ini hasilnya sudah diketahui dan masuk ke tahap selanjutnya yaitu studi kelayakan yang lebih komprehensif jelas Lewerissa optimis sehingga masyarakat jangan salah kaprah soal MIP nantinya.(ZA)