AMBON,Kilasmaluku.id–Mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 nanti berbagai persiapan telah dilakukan oleh pihak Pelni dan ASDP selaku perusahaan BUMN yang bergerak dalam bidang transportasi laut dan juga sungai.
GM PT Pelni Ambon Marthin Heryanto kepada Kilasmaluku.id Jumat (19/9/2025) mengatakan bahwa persiapan mudik Nataru nanti sama halnya dengan saat mudik lebaran tahun ini.
“Saat ini semua armada Pelni dikondisikan dalam keadaan docking untuk persiapan mudik Nataru nanti” ujar Marthin.
Makanya lanjut Marthin, semua armada kapal saat ini tidak masuk lintasan Ambon. Dan syaratnya setiap setahun sekali itu kapal milik Pelni ini harus docking.
Marthin menjelaskan saat docking itu seluruh kelengkapan kapal diperiksa seperti mesin, keselamatan kapal, lambung kapal, alat pelayaran akan dicek semuanya.
Mengantisipasi jalur pelayaran yang kosong pada saat docking terjadi maka pihaknya akan mengantisipasinya jauh hari mengingat jumlah armada yang kurang dan semuanya sudah tua.
“Jujur saja jumlah armada yang ada sekarang yang melayari jalur Ambon berjumlah dua belas unit dan itu masih sangat kurang dan disaat docking tidak ada kapal pengganti”terang Marthin.
Jumlah armada yang ada sekarang ini dirasa belum mampu melayari rute yang ada di Maluku tambahnya.
Dirinya berharap melalui Pemerintah Daerah Maluku dapat mengusulkan ke Pemerintah Pusat agar dapat melihat persoalan ini mengingat transportasi laut di Maluku mengingat letak Maluku yang merupakan daerah Kepulauan.
Sementara itu GM PT ASDP Ambon Syamsuddin Tanassy mengatakan bahwa pihaknya menyediakan total 11 armada angkutan Ferry dimana delapan armada berada di Ambon dan 3 armada di daerah Maluku Tenggara yaitu KMP Lobster, KMP Madlahar dan KMP Temi.
Untuk melayari rute Hunimua-Waipirit terdapat empat armada yaitu KMP Rokatenda, KMP Terubuk, KMP Inelika dan KMP Erana. Dan untuk rute Galala -Namlea adalah KMP Tatihu milik Pemda Maluku dalam hal ini adalah Panca Karya dan KMP Wayangan milik ASDP.
Menurut Tanassy jadwal docking untuk seluruh armada milik ASDP telah diatur sedemikian rupa sehingga pada saat docking nanti tidak menggangu jalur lintasan yang ada.
Tanassy juga mengatakan bahwa pihaknya selalu berusaha berkoordinasi dengan pihak PD Panca Karya untuk mengantisipasi jalur lintasan agar tetap terlayani dengan baik.
“Mengingat pantauan arus mudik Hunimua -Waipirit merupakan pantauan nasional maka pihak kami tetap melaksanakan rute pelayaran sesuai dengan prosedur yang ada dan trend mudik juga selalu naik tiap tahunnya”Harap Tanassy. (ZA)