KILAS AMBON

Risno Ibrahim : Tuntaskan Kasus Speedboat Dua Nona, Pentingnya Fasilitas Keselamatan Laut

Risno Ibrahim (Fungsionaris Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam)

AMBON,KM– Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendesak Satuan Polisi Air (Polair) Polres Seram Bagian Barat (SBB) untuk segera menuntaskan kasus tenggelamnya speedboat Dua Nona di perairan Manipa pada awal Januari 2025, yang mengakibatkan delapan penumpang tewas.

Hal ini disampaikan oleh Fungsionaris PB HMI, Risno Ibrahim, yang menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyidikan kasus tersebut.

“Kami meminta Polair SBB untuk bekerja secara profesional dan menyelesaikan kasus ini hingga tuntas. Tragedi ini tidak boleh dibiarkan berlalu tanpa ada kejelasan hukum bagi pihak-pihak yang bertanggung jawab,” ujar Risno dalam pernyataannya, Rabu (22/1/2025).

Selain mendesak penyelesaian kasus, Risno juga menyoroti lemahnya fasilitas keselamatan pada jalur transportasi laut di wilayah Seram Bagian Barat.

Dia menyebut bahwa jalur-jalur seperti Hitu -Tanah Goyang-Laala-Ani-Olas-Katapang dan Iha-Seram Balakang-Manipa masih minim fasilitas keselamatan, seperti pelampung dan peralatan darurat lainnya.

“Kecelakaan seperti ini harus menjadi pembelajaran serius bagi semua pihak. Kami mendesak Dinas Perhubungan untuk segera memperbaiki standar keselamatan pelayaran di daerah tersebut. Kehadiran alat keselamatan seperti pelampung adalah keharusan, bukan pilihan,” tegas Risno.

PB HMI menilai, kejadian tenggelamnya speedboat Dua Nona menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pengawasan transportasi laut, baik dari sisi pengelolaan operasional kapal maupun dari sisi pemenuhan standar keselamatan.

“Kami mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Perhubungan untuk meningkatkan pengawasan terhadap moda transportasi laut. Keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama,” tambahnya.

PB HMI mengharapkan agar kasus ini dapat segera dituntaskan secara transparan, memberikan keadilan bagi keluarga korban, dan menjadi momentum untuk memperbaiki keselamatan transportasi laut di wilayah Seram Bagian Barat.

“Tragedi ini adalah pengingat bahwa kita semua harus lebih peduli terhadap keselamatan transportasi. Kami dari PB HMI akan terus memantau perkembangan kasus ini dan mendorong perbaikan sistem transportasi laut di daerah,” tutup Risno.

Dengan perhatian serius dari semua pihak, PB HMI optimis bahwa tragedi serupa dapat dicegah di masa mendatang. (KM)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top