AMBON,KM–Dalam rangka memastikan mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) berjalan aman dan lancar. Berbagai persiapan dilakukan PT ASDP Cabang Ambon diantaranya kesiapan sarana dan prasarana transportasi armadanya.
Hal ini disampaikan, Christoper Samosir General Manager PT ASDP (Persero) cabang Ambon kepada wartawan diruang kerjanya Jumat (13/12/2024).
Persiapan tersebut lanjut Samosir nantinya ada beberapa skema alur yang akan dilakukan perubahan pada saat posko nataru didirikan.
“Pada saat posko nataru berdiri dipastikan akan ada lonjakan arus penumpang dan kendaraan, sehingga akan ada perubahan skema alur yang diberlakukan”Ujar Samosir.
Karena adanya keterbatasan ruang juga dari pihak ASDP Cabang Ambon sehingga hal tersebut dilakukan agar lebih efektiv.
Menurutnya prediksi pihaknya H-2 jelang nataru tepatnya di tanggal 23 Desember 2024 nanti akan terjadi puncak arus mudik terutama di pelabuhan hunimua. Maka pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) jadwal keberangkatan.
Sehingga pastinya akan ada penambahan jadwal keberangkatan yang normal hanya 10 sampai 13 kali. Maka dimungkinkan akan ada 18 kali jadwal keberangkatan. Jelasnya
Selain itu, jumlah armada ferry yang akan melayari rute tersebut, Simamora menyebutkan terdapat lima unit kapal ferry yang beroperasi dan nantinya akan penambahan lagi. Meski demikian, pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan BPTD karena pihak ASDP tidak sendiri sebagai operator kapal dalam lintasan tersebut.
Namun pihak ASDP juga telah mendapat ijin operasi sementara kapal lainnya yaitu KMP Samandar yang melayani rute Waai ke Saparua sampai ke Masohi yang akan diperbantukan hingga tanggal 15 Januari 2025 jika permintaan jalur Hunimua-Waipirit padat.
Komitmen ASDP KMP Samandar tersebut tetap melayani rute Waai-Saparua yang lebih utama. Mengenai jadwal beroperasi nanti kemungkinan juga akan bertambah sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Samosir juga menjelaskan bahwa nanti yang akan didahulukan adalah penumpang setelah itu barang atau kendaraan yang mengangkut sembako terutama sembako yang mudah rusak agar cepat sampai ditujuan agar dapat dipergunakan oleh masyarakat.
“Untuk penambahan personil ASDP di beberapa pelabuhan akan tetap ada sesuai dengan kebutuhan seperti di pelabuhan Galala, Hunimua, Waipirit dan Namlea Pulau Buru. Namun konsentrasi penuh akan ada di pelabuhan Hunimua dan Waipirit” Pungkas Samosir.(ZA).