KILAS AMBON

Sosialisasi Pilkada Oleh KPU Dinilai Belum Maksimal

Said Lestaluhu, S.Sos.,M.Si Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Pattimura Ambon

AMBON,KM– Berbagai persiapan Pilkada Maluku terus dilakukan oleh Komisi Pemelihan Umum (KPU )Maluku selaku penyelenggara pemilihan kepala daerah. Namun, berbagai persiapan dan pentahapan Pemilu yang dilakukan saat ini dirasa belum maksimal khususnya sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat.

Seperti yang dikatakan oleh Ikhwan Wahyudi selaku Kabiro LKBN ANTARA Maluku bahwa sosialisasi yang dilakukan KPU Maluku selama ini belum menggunakan media secara maksimal baik itu sosialisasi melalui iklan layanan masyarakat di media maupun konten yang menarik untuk mengajak masyarakat ikut berpartisipasi dalam Pilkada nanti.

Ikhwan juga menyoroti iklan layanan pentahapan Pilkada yang menggunakan media luar ruang seperti Baliho yang dinilainya tidak efektif dan efisien karena secara detail tidak terbaca dengan jelas oleh masyarakat karena konsep tulisan dan desain yang tidak menarik.

“Ini kalau tidak dimaksimalkan sosialisasi dan edukasinya maka akan mempengaruhi tingkat partisipasi masyarakat saat pencoblosan nanti” cetus Ikhwan.

Selain Ikhwan, Said Lestaluhu, S.Sos., M.Si dosen fakultas ilmu sosial dan ilmu politik Universitas Pattimura Ambon juga menanggapi terkait masalah tersebut, bahwa KPU Maluku selaku penyelenggara Pilkada bukan hanya memanfaatkan media baik cetak, elektronik dan media online saja tetapi juga media sosial sebagai sarana untuk sosialisasi dan edukasi mengingat pengguna media sosial terbesar saat ini adalah para Generasi Z.

“Sosialisasi dan edukasi soal kempemiluan akan tersampaikan dengan maksimal tentunya dengan konten yang menarik yang dapat dicerna oleh Gen Z ” beber Said.

Disatu sisi Said juga mengingatkan agar KPU Maluku memperhatikan sosialisasi terhadap pemilih yang berkebutuhan khusus agar mereka juga dapat mengetahui dengan jelas aksesibilitas Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang diperuntukan bagi mereka.

“Belajar dari pengalaman Pemilihan Legislatif beberapa waktu lalu, yang mana TPS Khusus itu sempat di “acak” sehingga menyulitkan mereka untuk menjangkaunya”ungkap Said jelas.

Ketika ditanya soal limit waktu yang tinggal sebulan lagi untuk KPU Maluku dapat bekerja dengan baik dan maksimal dalam melaksanakan Pilkada, Said menyarankan agar KPU dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak agar Pilkada dapat terlaksana dengan baik dan juga mengharapkan ada proaktif dari berbagai elemen masyarakat dalam mensukseskan Pilkada 2024.(ZA)

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top