NAMA Fresly Nikijuluw di blantika musik tanah air bisa dibilang bukan lagi penyanyi daerah. Pelantun lagu ‘Mantan’ ini sudah dikenal luas hingga ke seluruh tanah air. Bahkan lagu-lagunya banyak dipakai di berbagai platfom media sosial, terasuk sering trending di Tiktok.
Namun dibalik kesuksesan Fresly, ternyata banyak cerita haru yang diungkapkan. Dari makan nasi padang satu bungkus dibagi tiga dengan kakak, hingga tinggal di kosan dan bertahan dengan dua kue cina selama dua hari. Kisah itu diungkap Fresly dalam wawancara di Kanal Youtube Mena Podcast.
Dalam podcast tersebut Fresly bercerita bagaimana mengalami masa-masa sulit saat merantau ke Kota Ambon Tahun 2016 silam. Itu adalah kondisi tersulitnya dalam hidup.
“Datang kuliah bermodalkan doa Kak.. beta tinggal dengan Kakak laki-laki di Kuda Mati, sementara berkuliah STAKPN Ambon.. Jadi pernah itu, Nasi Padang katong makan bertiga, beta, kaka laki-laki dan ipar. Satu katong bagi tiga,” kisahnya.
Fresly mengatakan, meski dalam kondisi merentau tapi dia tidak ingin memberatkan orang tuanya. Setiap uang yang dikirim dari kampung dikembalikan lagi karena orang tuanya masih harus membiayai satu adiknya bersekolah.
Beberapa kali saat pulang kuliah, cerita Fresly, dia harus berjalan kaki dari Halong sampai Ambon Plaza (Amplaz). Sering juga, saat ke kampus, karena tidak cukup uang, terpaksa dia meminta temannya untuk menuggu di depan kampus agar bantu patungan bayar angkutan umum.
Karena kondisi itu, Fresly kemudian memutuskan untuk mencari kos dekat kampus di Halong. Namun disinilah fase terberatnya dimulai. Dia benar-benar harus membatasi segalanya agar bisa bertahan hidup.
“Waktu di Halong beta labih para lai, makan itu satu hari satu kali. Ada kalanya kalau hari libur, uang kuliah lima ribu, sepuluh ribu, beta pakai beli kue Cina dua, minuman Govit dan roko satu batang. Beta batahan dua hari deng itu, mati-mati,” ceritanya.

Wawancara Fresly Nikijuluw di kanal Youtube Mena Podcast
Sampai suatu ketika, lanjut Fresly, karena kondisi yang sulit, kurang makan dan minum air, sementara hanya merokok, dia mengalami batuk yang parah.
“Saya sakit kak, paru-paru lengket, karna baru bangun pagi lai su langsung merokok. Merek apa saja pakai. Sampai batuk darah. Itu hapir lewat (meninggal) kak. Beta batuk itu darah panggal-panggal, hitam samua,” ceritanya.
Meski kondisinya sudah sangat parah, Fresly tetap merahasiakan dari orang tuanya dengan tujukan agar mereka tidak khawatir. Sambil berdoa, dia mengaku sudah pasrah.
“Seng lama beta Paman datang. Langsung angkut bawah ke rumah sakit. Beta dirawat tiga hari dan minum obat program enam bulan,” ungkap Fresly.
CIPTA LAGU PERTAMA ‘KALAU NANTI’
Bersamaan dengan itu, di tahun 2020 Kota Ambon juga ikut terdampak Covid19. Fresly bercerita, karena sistem kuliah juga sudah online dia terpaksa kembali ke Ullath, Kecamatan Saparua, Maluku Tengah.
Disana momentum menjadi penyanyi muncul karena kondisi yang dialami. Dia, seperti remaja diusianya, Fresly menjalin asmara dengan seorang wanita.
“Jadi cerita mau bikin lagu ini karena pacaran. Hubungan su delapan bulan. Namun makin kesini hubungan mulai renggang, dan pacar minta putus. Awalnya pura-pura gentle, tapi setelah itu mambuk ancor. Dari beta sini mulai bikin-bikin lagu, jadilah Lagu pertama Kalau Nanti,” ingatnya.
Namun setelah lirik lagu pertama dibuat, Fresly kesulitan untuk me-record lagunya. Dia kemudian memberanikan diri menghubungi Ongen Titahena yang juga masih keluarga. Berutungnya pesan yang dikirim direspon dengan baik.
“Besoknya beta datang dan katong mulai merecord lagunya. Kaka Ongen tahu waktu itu, setiap katong record komputer mati-mati. Jadi katong kerja lagu itu seng sampai habis. Dan saat fokal dan musiknya jadi. Karena kondisi komputer yang terus mati, akhirnya kaka Ongen eksport ke Mp3, dan setelah itu selesai. Komputernya rusak total,” kenang Fresly sambil tertawa.
MULAI BIKIN YOUTUBE
Fresly bercerita, setelah file record diperoleh, masalah selanjutnya adalah post ke Youtube, sementara pengetahuannya soal media sosial itu kosong sama sekali.
“Ini mau bikin Youtube bagaimana, la nol basar ini kaka,” akunya.
Namun komitmennya untuk punya lagu pertama di Youtube lebih besar. Setelah semua proses sudah teratasi, Fresly kemudian melakukan renovasi kamar untuk bikin video klipnya.
“Jadi renovasi semua, tempat tidur itu kasi kauar. beta pu ekspektasi, dengan gitar, menyanyi biasa bgini akang keluar seperti direkaman, itu salah sama sekali, paling bodo paskali,” katanya sambil tertawa.
Fresly melanjutkan, akhirnya dapat solusi, hanya pakai musik yang sudah dibuat pertama, dan videonya pakai gambar saja dan diedit diaplikasi editing video Kinemaster.
“Itu pakai foto, tapi sebelahnya itu kinemaster basar-basar kak. Jadi perjuangan paleng sadis,” jelas Fresly.
Dilanjutkan, semua proses tag video dan posting di youtube ini menggunakan handphone pinjaman dari temannya, Falen Sapulette. Karena kebaikan itu, Fresly mengaku sangat mengingatnya sampai sekarang.
“Setelah semua selesai, lalu buang saja di Youtube. Seng ada pikiran apa.. talalu jauh kak,” terangnya.
LAGU PERTAMA VIRAL
Fresly kemudian bercerita tentang kisah lagu pertamanya yang viral. Saat itu dia mengalami kecelakaan motor yang menyebabkan kakinya harus diperban. Namun dalam kondisi sakit, bibinya menelepon untuk bernyinyi di acara anaknya Sarani.
“Jadi beta naik itu deng calana pendek, deng jeket, topi dan perband di kaki. Waktu beta menyanyi akang, Om Jek itu video. Video itu selang satu hari rame. Rame kak. Kaya beta buka instagram, seng biasa beta pu instagram begini, pemberitahuan apa yang banyak-banyak begini,” ujar Fresly.
Video yang diupload ke media sosial itu langsung viral, dan direpost oleh orang-orang. Meski begitu Fresly tidak terlalu memikirannya.
Hingga pada satu kejadian, lanjut Fresly, ada satu akun wanita yang sayangnya nama ukunnya sudah tidak diingat. Dia DM untuk memposting video tersebut ke Tiktok.
“Jadi kalau dia nonton video ini. Beta mau bilang kalau dia itu paling baik. Kaka beta minta terima kasih lai. Lalu Dia lapas video itu di Tiktok. Langsung talapas-talapas tabala. Seng bisa urus lai. Jadi dari cewe itu,” ingat Fresly.
Setelah lagu tersebut viral, Fresly merasa agak lain, dimana yang tadinya bukan siapa-sipa kini kondisinya langsung berubah. Orang-orang mulai mengenalnya dan panggilan manggung dimana-mana.
“Tuhan terima kasih. Jadi banyak panggilan nyanyi itu dari orang nikah sampai di cafe-cafe. Namun Konser pertama itu di Kei, dengan Vicky Salamaor. Respon orang disana sangat baik. Tuhan Dangke,” terangnnya (IQI).