RAGAM

27 Peserta Workshop Kunjungi Sekolah di Maluku Tengah

AMBON,Kilasmaluku.id– Sebanyak 27 peserta Post-Course Workshop bertajuk “Governance and Public Policy Making for Subnational Governments” melakukan kunjungan belajar ke SDN 216 dan SDN 202 Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (27/1/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan mempelajari kebijakan dan praktik transformasi pendidikan yang berhasil diterapkan di daerah dengan tantangan geografis sulit.

Para peserta terdiri dari beberapa daerah seperti Aceh, Maluku, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, Kalimantan Utara (Kaltara), Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Papua Selatan, dan Papua Dataran Tinggi serta perwakilan kementerian terkait, termasuk Kementerian Dalam Negeri, Bappenas, dan Kementerian Keuangan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari program Short Course Australia Awards Indonesia (AAI) dan Kemitraan Australia Indonesia melalui Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA).

Short Course ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan berbasis bukti, meningkatkan koordinasi antar level pemerintahan, serta mendorong inovasi layanan publik.

Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir menjelaskan, Maluku Tengah terdiri dari 95,8% wilayah yang berupa lautan dan hanya 4,2% daratan tersebar di Pulau Seram dan pulau-pulau kecil.

Terdapat 395 SD dan 45 MI yang melayani lebih dari 47.000 siswa dengan dukungan 4.139 guru. Namun, distribusi tenaga pendidik belum merata, kualitas pembelajaran masih rendah, dan akses teknologi terbatas.

“Kami harus berkolaborasi dengan berbagai pihak agar mampu meningkatkan mutu pendidikan,” ujarnya saat mewakili para peserta

Selanjutnya untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah bekerjasama dengan program kemitraan pendidikan Australia-Indonesia melalui Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI) menggandeng ekosistem pendidikan lokal yang melibatkan universitas, Kementerian Agama, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP), Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK), Balai Bahasa, Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) serta komunitas lokal.

Melalui kolaborasi ini, sejumlah kebijakan inovatif diluncurkan, antara lain perluasan akses digital melalui kerja sama dengan SEAMOLEC dan SEAMEO Qiteb in Science dan kolaborasi dengan penyedia layanan satelit seperti Starlink agar sekolah di wilayah pegunungan dan kepulauan dapat terhubung dengan internet.

Pemerintah juga mendirikan sekolah baru di daerah terpencil untuk menekan angka putus sekolah, serta mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 4,5 miliar untuk pelatihan guru berkelanjutan.

Selain itu, melalui Instruksi Bupati Nomor 420/04/INS/2025, setiap guru diwajibkan mengikuti Pengembangan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) berbasis KKG setiap minggu. Instruksi ini mendorong guru melakukan persiapan profesional sebelum mengajar di kelas.

Dukungan ini tidak hanya memberikan manfaat kepada sekolah negeri dan swasta, tetapi juga madrasah yang beroperasi di Maluku Tengah. Distribusi guru ditata agar sekolah terpencil mendapat prioritas
Dampak kebijakan mulai terlihat.

Akses internet satelit kini menjangkau daerah 3T, memutus keterisolasian yang berlangsung selama 80 tahun. Sebanyak 30 sekolah terpencil terhubung dengan jaringan Starlink, internet berkecepatan tinggi yang membuka peluang baru bagi pendidikan.

”Kehadiran Starlink mewujudkan hal-hal yang sebelumnya dianggap mustahil selama delapan dekade,” tambahnya.

Partisipasi guru dalam Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) meningkat, budaya belajar di sekolah semakin kuat, dan kualitas pembelajaran membaik. Angka Partisipasi Sekolah (APS) usia 7–15 tahun naik dari 99,07% pada 2023 menjadi 99,68% pada 2024.

Standar Pelayanan Minimal (SPM) Pendidikan juga meningkat, dengan skor literasi siswa SD naik dari 43,51 menjadi 47,13 poin, dan numerasi dari 33,03 menjadi 44,28 poin dalam tiga tahun terakhir.

Prof. Dr. Marleny Leasa, pakar pendidikan dari FKIP Universitas Pattimura, menegaskan bahwa literasi, numerasi, dan karakter adalah fondasi pendidikan bermutu. Semakin baik ketiga keterampilan ini, semakin tinggi prestasi belajar siswa, sekaligus memberi dampak sosial ekonomi jangka panjang.

Konsul Jenderal Australia di Makassar, Todd Dias, mengapresiasi transformasi pembelajaran di Maluku Tengah yang ia saksikan di SDN 216. Ia menegaskan, Pemerintah Australia melalui Program INOVASI bangga mendukung upaya peningkatan mutu pendidikan dasar. Program ini mendukung penguatan ekosistem pendidikan yang melibatkan pemerintah daerah, universitas, sekolah dan masyarakat.

Ia menambahkan, ”Pemerintah Australia akan terus mendukung upaya peningkatan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan menyenangkan, termasuk di Maluku Tengah”, tutupnya.

Dian Suryanata, salah satu peserta short course dari Kalimantan Utara mengaku terinspirasi oleh langkah-langkah Maluku Tengah terutama dalam penguatan ekosistem pendidikan. Ia berharap dapat mengadaptasi praktik baik ini untuk menjawab tantangan pembangunan di daerah masing-masing.

”Saya melihat komitmen kepala daerah yang luar biasa didukung dengan implementasi langsung di lapangan oleh kepala dinas dan jajarannya. Inilah yang menjadikan pendidikan dasar di Maluku terlihat istimewa seperti pembelajaran di luar negeri,” pungkasnya (**)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top