KILASMALUKU.ID, AMBON – Upaya meningkatkan daya saing produk lokal di era digital terus dilakukan oleh Politeknik Negeri Ambon (Polnam) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Program PKM yang dirancang berupa sosialisasi penggunaan e-commerce dan pelatihan penentuan harga jual produk. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperkuat kemampuan warga tujuh negeri di Nusalaut dalam memasarkan produk lokal melalui aplikasi e-commerce.
Kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung selama dua hari, dimana hari pertama, tim PKM yang diketuai Ahmad Thariq, bersama sejumlah mahasiswa melakukan koordinasi dengan tujuh raja negeri di Nusalaut sebagai bentuk dukungan dan legitimasi terhadap program.
Sementara di hari kedua, tim melaksanakan sosialisasi dan pelatihan di Gedung Serbaguna Negeri Sila, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, pada, Jumat (17/10).
Menurut ketua tim, Ahmad Thariq, Sosialisasi bertujuan agar setiap produk dari tujuh negeri dapat dimasukkan ke dalam aplikasi secara mandiri.
“Tim kami bersama pelaku usaha berdiskusi mengenai cara menggunakan fitur e-commerce, mulai dari mengunggah foto produk, menulis deskripsi yang menarik, hingga menentukan harga jual yang sesuai dengan kondisi pasar,”
Dikatakan, peserta yang ikut dalam kegiatan pelatihan ini terdiri dari perlaku UMKM, staf desa dan bendahara/sekertaris badan usaha milik desa (BUMDes).
Acara tersebut diawali dengan sambutan Kepala Pemerintahan Negeri Sila, Feri Soselisa, kemudian dilanjutkan sambutan dari Sekretaris P3M Politeknik Negeri Ambon.
Thariq menjelaskan, materi inti mencakup dua hal, pertama, digitalisasi pemasaran produk lokal melalui aplikasi e-commerce. Kedua, pelatihan penentuan harga jual dengan pendekatan strategi bisnis sederhana.
“Peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga diberikan kesempatan untuk praktik langsung. Mereka mengisi kuisioner untuk melengkapi data produk tiap negeri dalam aplikasi e-commerce, sekaligus mencoba mengunggah contoh produk yang dapat dijadikan acuan,” jelasnya.
Dampak langsung dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pemasaran digital, sehingga produk lokal Nusalaut lebih mudah diakses oleh pembeli dari luar daerah.
Sementara itu, produk unggulan seperti roti tongke, teh kelor, ikan batu-batu, hingga cengkeh kering kini berpeluang dipasarkan lebih luas melalui platform digital. Hal ini diharapkan dapat memperkuat ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap pelatihan ini bisa membantu warga Nusalaut bersaing di pasar digital,” ujar Ahmad Thariq
Program pengabdian masyarakat ini menjadi bukti nyata komitmen Politeknik Negeri Ambon dalam mendukung transformasi digital di daerah, sekaligus mendorong masyarakat Nusalaut agar lebih adaptif menghadapi tantangan ekonomi modern. (KM01)