KILAS AMBON

Rektor Kukuhkan 26 Ketua dan Sekretaris Pusat Studi

 

AMBON, KilasMaluku.- Rektor Universitas Pattimura (Unpatti), Prof.Dr. Fredy Lewakabessy resmi mengukuhkan ketua dan sekretaris untuk 26 pusat studi yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) serta Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP), di Aula Rektorat Lantai 2, pada Selasa (11/3/2025).

Rektor dalam sambutannya menegaskan bahwa pengukuhan ini merupakan bagian dari langkah strategis Unpatti dalam upaya mewujudkan visinya sebagai World Class University.

“Pusat-pusat studi ini menjadi wadah aktualisasi potensi luar biasa dari para dosen dan peneliti di Unpatti. Kami, pimpinan universitas, hanya mengoordinir. Kekuatan sesungguhnya ada di tangan bapak dan ibu,” kataLeiwakabessy.

Dari 26 pusat studi yang dikukuhkan, 21 di antaranya berada di bawah LPPM, dan 5 lainnya berada di bawah LPMPP. Lima pusat studi baru di LPMPP menjadi penanda semangat baru Unpatti dalam memastikan mutu pembelajaran dan tata kelola akademik yang unggul.

” Adapun beberapa pusat studi yang dikukuhkan meliputi Pusat Studi Nanoteknologi, Pusat Studi Pangan dan Gizi, Pusat Studi Kemaritiman dan Kelautan, Pusat Studi Kebencanaan dan Perubahan Iklim, Pusat Studi Jurnal dan Publikasi Ilmiah, serta Pusat Studi Sustainable Development Goals (SDGs)” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya penguatan tata kelola akademik, peningkatan jumlah program studi unggul, dan pengelolaan keuangan yang efisien. Ia menargetkan setidaknya 35% program studi Unpatti berstatus unggul dalam waktu dekat.

Untuk itu, sebagai Rekotr, dirinnya mengajak para ketua dan sekretaris pusat studi untuk tidak lagi menahan ide dan inovasi yang dimiliki.

“Saatnya potensi itu diwujudkan. Kreativitas dan inovasi dari bapak ibu akan menjadi pendorong utama universitas ini menuju universitas bersinar,” pintahnya.

Selain itu, Rektoe juga menjelaskan terkait pendapatan non-UKT. Menurutnya hal itu pentingnya kontribusi pusat-pusat studi dalam mendukung Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Dimana pada tahun lalu, PNBP Unpatti mencapai Rp188 miliar, dan meskipun terjadi pemangkasan anggaran sebesar Rp63 miliar tahun ini, pihaknya tetap optimistis dapat mencapai target Rp183 miliar melalui efisiensi dan optimalisasi sumber daya.

“Kami punya mimpi besar, tapi mimpi itu hanya bisa terwujud kalau semua elemen universitas bergerak bersama. Kita harus punya kualitas, kapabilitas, dan energi yang terus menyala,” tegasnya (***).

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer

To Top