AMBON,KM– Polres Seram Bagian Barat (SBB), terus berupaya untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), dan memberikan perlindungan kepada seluruh warga di kabupaten tersebut.
Hal itu dari angka kejahatan konvensional di wilayah hukum Polres Seram Bagian Barat (SBB), yang terus mengalami penurunan.
Kapolres SBB, AKBP Dennie Andreas Dharmawan, SIK mengatakan, sepanjang tahun 2024, Polres SBB telah bekerja secara maksimal dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum kepada masyarakat.
Menurut Kapolres, Polri mempunyai tiga tugas pokok, yakni harkamtibmas, penegakan hukum, dan melindungi, mengayomi, serta melayani masyarakat.
“Sehingga kita menyampaikan kinerja pelaksanaan tugas pokok kita selama satu tahun, karena hari ini adalah hari terakhir tahun 2024,”kata Kapolres saat memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolres SBB, Selasa (31/12/2024).
Kapolres mengatakan, dalam sepanjang tahun 2024 Polres SBB, menerima laporan tentang tindak pidana sebanyak 260 kasus. Sebagian besar merupakan kejahatan konvensional.
“Dari 260 kasus kejahatan konvensional yang mendominasi pada tahun 2024, terdiri dari penganiayaan, 68 kasus, pencurian sebanyak 42 kasus, kekerasan bersama orang, sebanyak 25 kasus, kemudian persetubuhan dengan anak di bawah umur sebanyak 22 kasus, perlindungan anak sebanyak 16 kasus, dan pencabulan anak di bawah umur sebanyak 14 kasus,”papar Kapolres.
Selain itu lanjut AKBP Dennie, juga ada kasus pengancaman, sebanyak 12 kasus, dan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) sebanyak 10 kasus, serta Pengrusakan sebanyak 7 kasus.
“Patut kami syukuri sebanyak dari 260 kasus itu mayoritas kami tuntaskan,”tegasnya.
“Bila dibandingkan dengan tahun 2023 lalu, angka kriminal atau kasus kejahatan konvensional ini mengalami penurunan di tahun 2024. Tahun 2023 itu, sebanyak 370 kasus, dan di tahun 2024 ini, sekitar 260,”beber Kapolres.
Kapolres mengaku, yang menjadi perhatian kita semua bahwa terjadinya kejahatan konvensional dilatarbelakangi oleh minuman keras.
“Dan miras inilah yang menjadi atensi kita semua. Data kasus tindak pidana yang kita terima sudah masuk dalam data aplikasi Mabes Polri,”kata Kapolres.
“Data Laka dan penegakan hukum Lalu lintas di Tahun 2024, juga alami penurunan sebab untuk korban meninggal dunia 4 orang, korban luka berat, 4 orang turun 4 dari tahun 2023, dan korban luka ringan sebanyak 47 orang turun 15 dari tahun 2023,”urai Kapolres.
Perwira dengan dua melati dipundaknya ini mengaku, Polres SBB bekerja dalam pelaksanaan tugas tidak selamanya berjalan mulus; ada beberapa kendala.
“Tentunya, kendala ini akan kita catat dan perbaiki untuk tahun 2025, sehingga, tahun 2025 nanti kita dapat lebih baik dalam melaksanakan tugas, terutama kepada masyarakat,”tandas Kapolres.
Sementara itu, lanjut Kapolres, sepanjang tahun 2024 ini Polres SBB telah melaksanakan 10 operasi, mulai dari Operasi Keselamatan Salawaku 2024 sampai saat ini; kami melaksanakan Operasi Lilin Salawaku 2024 dan Operasi Mantap Praja Salawaku 2024.
“Dari 10 operasi tersebut, yang menjadi perhatian sentral adalah Operasi Mantap Praja. Operasi Mantap Praja kemarin didukung Pemerintah Daerah dengan anggaran sebesar 4,6 miliar rupiah. Polres SBB mengusulkan 10 miliar rupiah karena perhitungan kami meliputi tahapan awal hingga pelantikan, namun Pemerintah Daerah, berdasarkan perhitungan anggaran, memberikan dukungan kurang dari 50 persen,”beber Kapolres.
Kemudian juga kata Kapolres, Polres SBB di tahun 2024 telah menyelenggarakan kegiatan kerohanian yang mendatangkan para pemuka agama bertaraf nasional dan disambut baik oleh masyarakat Kabupaten SBB.
“Di bulan Agustus, saya selaku Kapolres SBB menerima Penghargaan Kak Seto Award 2024 lewat inovasi Polisi Sahabat Anak,”tandas Kapolres. (KM01)