AMBON,KM– Danramil Air Buaya, Kodim 1506/Namlea Kapten Inf Muhammad Haris Tumenggung bersama lima anggotanya melakukan survei rute jalan dari Dusun Waetabi menuju Danau Rana.
Danramil bersama Anggota Koramil 1506-03/Air Buaya melakukan survei untuk melihat akses jalan dari Desa Waetabi, Kecamatan Fena Leisela, menuju Danau Rana Kabupaten Buru, Rabu (15/1/2025)
Kata Danramil, jalur survei rute jalan yang di lalui mulai dari Dusun Waetabi, melewati Dusun Manapitu.
Dalam perjalanan yang ditempuh kurang lebih 30 kilo meter. Danramil dan anggota mendapati longsor yang menutupi badan jalan menuju Dusun Waegrahi dengan panjang kurang lebih 100 meter dan tinggi longsor ± 250 meter.
“Jarak dari tempat longsor menuju Danau rana masi kurang lebih 40 meter, baru bisa sampai di Rana,”Jelas Danramil.
“Maka, dengan adanya kejadian longsor tersebut, kami mengambil langkah melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan GHL milik Agus Idris untuk melakukan perbaikan pada jalan yang mengalami longsor” jelasnya menambahkan
Tetapi agus menyampaikan bahwa, perusahan yang beliau tangani masih dalam massa transisi sehingga, alat beratnya belum bisa beraktivitas, karena harus menunggu tim dari Jakarta baru alat beratnya bisa digerahkan untuk melakukan penggusuran tanah longsor.
Akibat dari longsor itu ,aktifitas masyarakat menuju danau rana dari Waetabi harus harus terhenti, karena longsor yang bercampur bebatuan tersebut menutupi jalan sehingga tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda 2 maupun kendaraan roda 4.
Sejauh ini, masyarakat yang berada di Rana melakukan aktifitas ke Waetabi dengan berjalan kaki melalui pinggiran longsoran dan kondisi ini sangat fatal dan membahayakan masyarakat,”Pungkas Danramil.
“Apalagi cuaca hujan seperti sekarang ini menyebapkan jalan licin dan kabut.
Selain itu, untuk tanah longsor sendiri, tidak bisa diratakan dengan tenaga manusia, karena material longsor berbatuan. Bahkan pinggiran longsoran sangat dalam dan tidak terukur. Pungkasnya (KM01)