AMBON,KM– Yayasan Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (YPPM) Maluku menyelenggarakan dialog lintas jaringan Menuju Pilkada di Kota Ambon.
Dialog publik yang digelar di Carita Caffe Sabtu (13/7/2024) kemarin menghadirkan narasumber dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Maluku.
Dialog ini merupakan bagian dari program Democratic Resilience (Demres) yang bertujuan memperkuat ketahanan demokrasi melalui partisipasi aktif generasi milenial.
Dialog tersebut dihadiri berbagai pihak termasuk perwakilan kelompok disabilitas, kelompok Perempuan dan Anak juga rekan-rekan Milenial Inklusif Maluku.
Manager YPPM Maluku Naam Seknun , dalam sambutannya menyampaikan, pentingnya peran pemuda dalam menjaga integritas pemilu.
“Partisipasi aktif dari generasi muda adalah kunci untuk menciptakan pemilu yang bersih dan transparan,” ujarnya.
Sementara, Komisioner Bawaslu Maluku Astusi Usman, menyampaikan, berbagai jenis pelanggaran yang sering terjadi dan langkah-langkah yang diambil untuk menanggulanginya.
“Kami sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat, terutama pemuda, dalam mengawasi dan melaporkan setiap pelanggaran yang terjadi,” jelas Astuti.
Di tempat yang sama, ketua KNPI Maluku Arman Kalean, menyoroti beberapa isu, salah satunya mengenai Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) yang seharusnya menjadi isu yang cukup krusial dibicarakan dan implementasi kaum muda.
“Pemuda jangan hanya terjebak pada isu lokal tanpa harus berani ikut terjun dalam isu mengenai WPR. Selain teori kita juga harus berani terjun secara praktik salah satunya dengan ikut mengawal persoalan WPR” Ucapnya.
Dialog juga diisi sesi tanya jawab dan diskusi interaktif. Pembahasan terkait isu isu yang sangat central yakni, perempuan, disabilitas, orang muda dan juga narasi pemimpin daerah Maluku menuju pilkada.
Salah satu isu yang menjadi sorotan mengenai kelompok minoritas, kesiapan KPU dalam melayani teman-teman disabilitas dan Masyarakat Adat.
Hal ini disampaikan oleh perwakilan PPUAD Provinsi Maluku Gilbert Reawaruw, bahwa masih banyak sekali fasilitas publik terutama KPU yang belum ramah terhadap disabilitas.
Selain itu, juga dibahas isu-isu pelanggaran yang dilakukan oleh penyelenggara maupun calon kepala daerah yang memiliki catatan buruk mengenai Kasus Kekerasan Seksual.
Ketua YPPM menambahkan, sebagai orang muda jangan hanya duduk diam dan dengar, tapi harus berisi banyak pengetahuan. Pemuda punya peran strategis untuk isu masing-masing, semua punya satu frame untuk menciptakan Maluku yang inklusif.
“Kita masih belum tercerdaskan! Maka mari sama-sama kita terus mengawal dan belajar bersama,” tutup Naam