AMBON,KM.– Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kebangsaan ke-XII, se- Provinsi Maluku, yang diikuti sebanyak 500 Mahasiswa dari 70 Perguruan Tinggi (PT) se-Indonesia, resmi dibuka.
Pembukaan KKN Kebangsaan yang berlangsung, Jumat (26/7/2024), di Gedung Islamic Center tersebut, di buka langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemdikbud (Diktriristek) RI, Abdul Haris, didampingi Pj Gubernur Maluku, Sadali le, Rektor Unpatti, Fredy Lewakabessy dan Kapolda Maluku, Irjen Pol. Lotharia Latif.
Dirjen Pendidikan Tinggi, Risen dan Teknologi, Abdul Haris, KKN Kebangsaan ini sangat penting dalam merajut kebhinekaan dalam bingkai kebangsaan yang harus dipertahankan sebagai karakter anak bangsa Indonesia dalam perkembangan Sumber Daya Alam (SDM), Ilmu tekhnologi kecerdasan intelktual dan menjadi generasi emas 2045.
“Pelaksaan KKN Kebangsaan selama ini, lebih dari empat dasarwasa berkontribusi secara positif dalam membentuk karakter mahasiswanya untuk mempertahankan nilai luhur, lokalitas, indentitasnya serta tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain sehingga menumbuhkan rasa saling menghargai, dan saling asih anatar sesa,” kata Haris.
Rektor Unpatti, Fredy Leiwakabessy, dalam sambutannya mengatakan, KKN Kebangsaan memiliki nilai positif, strategis, untuk mengembangkan profil pelajar pancasila, sehingga bisa melahirkan pemimpin-pempin yang cerdas di masa yang akan datang dan dapat menicipatakan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi para calon pemimpin bangsa.
“Dalam konteks itu pembentukan profil pelajar pancasila menjadi satu-satunya tujuan dari pembentukan sumber daya pemimpin bangsa antara lain, mereka harus memiliki iman dan taqwa pada tuhan yang maha esa, memiliki nilai kebinekaan global, memiliki sifat gotong royong, kritis, bernalar, kreatif, dan mandiri,” ujarnya.
Dengan memperkokoh nilai-nilai kebangsaan dalam mewujudkan desa mandiri yang merupakan target pemerintah, pembangunan desa, pembentukan desa mandiri di daerah kepulauan adalah tema sentral dari pelaksanaan KKK Kebangsaan kali ini.
“Kita punya 42 lokasi di Ambon, Seram Barat, Maluku Tengah dan Kabupaten Buru. Satu desa ada 10 sampai 15 mahasiswa yang akan dicampur dari masing-masing disiplin ilmu,” ungkapnya.
Ia mengaku, sebagai tuan rumah KKN Kebangsaa ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan kebangsaan mahasiswa yang siap mengaplikasiakan ilmu tekhnologi bagi kepentingan bangnsa dan negara.
” Harapannya mereka akan melihat indonesia juga dari maluku.semoga semua yang kami lakukan bisa memberikan manfaat bagi membangun indonesia emas 2045,” harapanya.

Sementara itu, Penjabat Gubernur Maluku Sadali Ie, menyatakan, KKN kebangsaan merupakan salah stau program pendidikan yang wajib diikuti oleh mahasiswa di Indonesia, dimana program ini bertujuan selain untuk memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa dalam penerapan ilmu pengetahuan dan keahlian, juga untuk meningkatkan persaudaran nusantara, sekaligus sebagai wadah bertukar ilmu pengetahuan antar sesama yang diaplikasikan secara langsung nanti di lapangan.
“Kami yakin program ini akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, dan mahasiswa peserta KKN,” ujar Sadali.
Dengan pelaksanaan KKN yang akan dimulai hari ini, Sadali juga menyampaikan harapannya kepada para mahasiswa, yakni untuk menjadi duta bangsa yang berkarakter.
“Tunjukan bahwa kalian adalah mahasiswa yang cerdas, kreatif dan memiliki semangat juang yang tinggi, junjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam setiap tindakan kalian,” tegas Sadali.
Dirinya juga menghimbau kepada seluruh peserta KKN untuk berbaur dengan masyarakat, sehingga bisa menjadi bagian dari mereka untuk mendengarkan aspirasi mereka, memahami kebutuhan mereka dan membantu mereka dalam menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, sebagai perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Jadilah agen perubahan, ciptakan program inovatif dan kreatif yang dapat membantu masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup mereka, serta jagalah nama baik almamater, hindarilah perbuatan yang dapat mencoreng martabat sebagai insan intelektual,” imbuhnya.
Ia berharap, KKN kebangsaan ini dapat menambah wacana dan literasi, yang dibutuhkan untuk pengembangan pemikiran mahasiswa.
“Karena semakin banyak kalian merekam kejadian yang terjadi, maka semakin banyak pengalaman dan referensi untuk karir kalian semua,” pimtahnya.
Kegiatan tersebut dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama oleh Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, serta Rektor dan para Dekan Universitas Pattimura. (KM02).